Wednesday, May 02, 2007

DUKA UNTUK HILMA...

Senin pagi, 7.45 wib, tangis kepedihan merobek langit. Jauh menembus ruang2 kosong di angkasa nan kelam. Menghujam jauh kerak2 bumi.. Saat sang bocah imut nan ceria, kembali ke pelukan sang pencipta. Bocah 3 tahun itu tak kuasa menahan ganasnya virus dengue. Hal yang menambah duka adalah kesalahan diagnosa medis dan cara penanganan.

Bocah mungil tak kuasa menolak ketika medis menyatakan terkena ISPA, lalu berubah ke diagnosis TYPUS. 2 hari menjelang kepergian ke alam abadi, baru diketahui secara pasti lewat lab. menderita DEMAM BERDARAH. Namun terlambat... Diagnosis dan penanganan yang keliru, serta penanganan wabah itu sendiri kembali merenggut jiwa.

Hilma mungil, harus menerima perlakuan medis yang tidak semestinya dilakukan. Cairan infus masuk ke tubuh lunglai 2 botol dalam semalam. Medis menyatakan, ini dibutuhkan karena Hilma kurang cairan. sehingga perlu diberi banyak cairan. Infus adalah medianya. akibatnya... cairan infus memasuki seluruh ruang2 dibadannya. bahkan sampai masuk ke paru2. Kondisi Hilma yang telah gelisah sejak masuk RS, bahkan saat di rumah.. tidak dilaporkan paramedis. padahal, orang tuanya telah menyampaikan kepada paramedis. Dokter spesialis lah yang menghungkapkan kesalahan penanganan medis, sejak dari awal pada detik-detik kehidupan Hilma nan ayu.. kepanikan para medis begitu luar biasa ketika sang dokter dengan gemas menyatakan keselahan2 secara spontan.
Hilma mungilku.. akhirnya harus merelakan tubuh kasarnya kembali menyatu tanah.

Sekalipun jiwa2 manusia dan seluruh mahluk hidup itu milik Tuhan, namun ikhtiar yang dikuasakan kepada manusia adalah amanah. Takdir hanya Tuhan yang mengetahuinya. Kapan itu ditentukan. Sangat tidak pantas jika manusia buru2 memvonis setiap kejadian adalah sebuah takdir.

Serang, ibu kota Propinsi Banten telah menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti/Aedes Albopoctus, pembawa virus dangue. Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah virus Dengue tipe Den 1 dan DEN 3. Infeksi Virus Dengue yang merupakan penyebab DBD termasuk family Flaviviridae, yang berukuran sangat kecil yaitu 35-45 nm. Penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti/Aedes albopictus betina yang sebelumnya telah membawa virus dalam tubuhnya dari penderita demam berdarah lain. Nyamuk Aedes aegypti berasal dari Brazil dan Eithopia dan sering menggigit manusia pada waktu pagi dan siang.
Pada saat menggigit manusia nyamuk memindahkan virusnya bersama air ludah ke dalam tubuh. Setelah itu disusul dengan periode dimana virus melakukan replikasi secara cepat dalam tubuh manusia dan menginfeksi sel-sel darah putih serta kelenjar getah bening. Apabila jumlah virus sudah cukup maka virus akan memasuki sirkulasi darah (viraemia). Sebenarnya, virus ini hanya ada di dalam darah selama 3 hari sejak ditularkan oleh nyamuk. Pada saat itu terjadi pertempuran antara antibodi dan virus dengue yang dianggap sebagai benda asing oleh tubuh. Badan biasanya mengalami gejala demam dengan suhu tinggi antara 39-40 serajat celcius dan dapat diertai menggigil.

Bagaimana penanganan propinsi yang baru saja melangsungkan pesta demokrasi rakyat? Jika kita bertanya pada 9.309.000 jiwa warga, hanya gelangan lemah yang akan diperoleh. sekalipun, rumah sakit yang ada tidak lagi menampung jumlah penderita DBD. warga terpaksa membawa pulang kembali keluarganya yang terinveksi virus mematikan karena memang rumah sakit tidak lagi ada ruang perawatan.

Di Kabupaten Rangkasbitung, satu dari kabupaten Propinsi Banten penderinta DBD hanya pada bulan Januari saja 47 orang. Sedang Dinkes propinsi mencatat 57 kasus. Ada yang aneh dari data ini. Artinya, hanya 10 kasus untuk Kabupaten lain seperti Serang, pandeglang, Tangerang,dan kotib Cilegon. Padahal, hanya dari satu kampung :KALORAN, dimana Hilma tercinta tinggal, telah lebih dari 20 kasus DBD? Hanya satu kampung...

Pada pemberitaan tanggal 2 Februari 2007, Rt. Atut, Gubernur terpilih telah menyatakan Propinsi Banten dalam kondisi KLB (Kondisi Luar Biasa). Karena 343 kasus telah terdeteksi menderita DBD. dari kasus yang terdeksi, jauh lebih besar kondisi yang sebebernya. 10 x atau mungkin 50 x. Pemda telah mengambil langkah2 : menggratiskan pengobatan RSUD kls 3, pengadaan alat fogging 204 bh serta menyediakan ABATE yang bisa diakses gratis di puskesmas.

Apakah sudah memadai tindakan Pemda untuk melindungi dan menyelamatkan warga dari ancaman bencana wabah? Efektifkan langkah yang diambil untuk bisa menghilangkan wabah yang dibawa nyamuk dengan daya jelajah 100 m dan daya jangkau tertinggi 6 meter (bisa lebih tinggi karena terbawa oleh manusia ke lantai yang lebih tinggi).
K3 adalah gerakan masyarakat yang telah cukup lama dihembuskan. tapi sampai saat ini tidak berjalan dengan efektif. sudah kah diketahui penyebabnya?
Fogging, apakah sudah diselidiki lebih jauh efektifitasnya. karena pada negeri korupsi ini, bukan tidak mungkin korupsi pun terjadi disini. dengan mengurangi zat adiptif dan diganti dengan zat lain.

NEGARA MELINDUNGI SEGENAP TUMPAH DAN DARAH DAN BANGSA.. apakah hanya semboyan..
Selamat Jalan Hilma ku tercinta...
Sampaikan kepada Tuhan dan para malaikat di alam sana...
Untuk menghukum para pemimpin korup dan tidak mengemban amanah...
kematian adalah keniscayaan..
Namun kematian akibat kelalayan dan kesalahan Negara.. adalah sebuah penghianatan



dari pamanmu yang berduka...


terlindungi & terselamatkan dari bencana..
adalah HAK DASAR MANUSIA

No comments: